
Hari ini sangatlah melelahakan,
aku harus berganti kereta sampai dua kali, dari arah depok menuju stasiun kota,
dari stasiun kota nyambung lagi ke kereta patas arah angke sampai stasiun
merak. Karena jadwal kereta yang tak jelas, waktu ku terbuang di stasiun .
seharusnya kereta patas berangkat pukul 10.00 wib, kulihat jam di tangan
kiriku, pukul 10.15, telat. Ku menarik napas dalam – dalam sambil mengeluskan
tanganku ke dada, sabar. Gumamku dalam hati.
Sesaat aku duduk di gerbong yang
tidak terlalu padat, disisiku ada seorang ibu yang menggendong anaknya,
sepertinya ia sedang terlelap. Karena jenuh menunggu kereta yang tak berangkat
– berangkat, akhirnya aku mengajak ibu itu mengobrol.






